Berita
IAIN TULUNGAGUNG

Webinar Program Doktor dan Program Magister MPI

(03/06/2020)-Webinar bertajuk “Strategi Penyelesaian Research di Tengah Situasi Pandemi Covid-19” digelar oleh Program Doktor (S-3) dan Program Magister (S-2) Manajemen Pendidikan Islam (MPI) Pascasarjana IAIN Tulungagung. Hadir dalam kegiatan ini Akhyak selaku direktur Pascasarjana, Achmad Patoni selaku Kaprodi S-3 MPI, Ahmad Tanzeh selaku Kaprodi S-2 MPI, Mukhamad Sukur selaku Sekretaris Prodi S-2 MPI, Ali Mudlofir, Yatim Riyanto, dan Jamali selaku Narasumber, serta diikuti oleh 853 peserta dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.

Kegiatan dibuka langsung oleh Direktur Pascasarjana IAIN Tulungagung. Dalam sambutannya, Akhyak menerangkan bahwa “disertasi S-3 MPI IAIN Tulungagung seluruhnya field reserach tidak boleh menggunakan library reserach. Sementara penelitian di lapangan ini menjadi kendala. Maksimal bulan Juli apabila masuk bulan depan sudah semester depan. Aturan negara kita harus bayar SPP lagi. Mahasiswa yang sudah ujian proposal tesis sudah dibimbing, diujikan, dan sudah lulus berarti sudah 60 % tinggal menyelesaikan penelitiannya”, pungkasnya.

Penelitian tesis/disertasi harus dilakukan oleh mahasiswa apabila ingin mendapatkan gelar Magister/Doktor. Sepandai-pandainya mahasiswa dalam perkuliahan tanpa menyelesaikan penelitian disertasi, maka tidak bisa disebut Doktor. Tujuan utama kegiatan  penelitian untuk mencari kebenaran meskipun kebenaran itu bersifat relatif bagi manusia. Kebenaran yang mutlak adalah kebenaran Allah Swt. Dalam melakukan penelitian jangan meninggalkan ORKES (objektif, rasional, konsisten, empiris, sistematis), terang Ahmad Tanzeh selaku Kaprodi S-2 MPI.

“Masalah penelitian berasal dari bacaan, pertemuan ilmiah, pernyataan pemegang otoritas, pengamatan pribadi, dan lain-lain. Biasanya latar belakan masalah, dimuat sumber masalah disertai data empirik pendukungnya, dan jangan terlalu banyak teori pada latar belakang masalah. Rumusan masalah menjadi arah penelitian yang dirumuskan dalam bentuk kalimat tanya  secara padat dan jelas untuk memberi petunjuk dimungkinkannya mengumpulkan data dan perumusan hipotesis penelitian. Strategi penyelesain studi bisa melalui WAG, Meeting Zoom, Cisco Webex dan aplikasi lainnya”, terang Jamali Sahrodi selaku Narasumber.

Achmad Patoni menerangkan bahwa apabila proposal sudah diujikan/diseminarkan baik tesis/disertasi sesungguhnya mahasiswa tidak tangan kosong. Menggali data bisa melalui daring. Observasi partispan dengan FGD, triangulasi dengan memperbanyak wawancara by VC/Zoom, dan lain-lain, serta memperkaya dokumentasi, pungkasnya. Melalui kegiatan ini, diharapkan dapat memberikan manfaat bagi mahasiswa di Indonesia dalam penyelesaian penelitiantesis/disertasi di tengah pandemi covid-19.

Diharapkan dari kegiatan ini, mahasiswa Pascasarjana khususnya dapat menyelesaikan disertasi dan tesis dengan kualitas yang baik, meski di era pandemi covid-19. (ms)

Video selengkapnya bisa dilihat di link https://m.youtube.com/watch?v=xeYScIUc33Q