News Flash
IAIN TULUNGAGUNG

PASCASARJANA SELENGGARAKAN BIMTEK PENGELOLAAN TEKNOLOGI INFORMASI

 

Pascasarjana Newsroom-Hari ini (09/01) seluruh pengelola Pascasarjana IAIN Tulungagung mengikuti kegiatan Bimbingan Teknis Pengelolaan Teknologi Informasi yang dilaksanakan di lokal 5 gedung Pascasarjana IAIN Tulungagung. Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Pusat Teknologi Informasi dan Pangkalan Data (PTIPD), M. Ridha Al-Qadri Sri Utomo, beserta seluruh staf PTIPD. Acara yang dibuka dan dipandu secara langsung oleh Direktur Pascasarjana (Akhyak) ini diadakan dalam rangka melakukan pembaruan pada sistem informasi Pascasarjana agar lebih baik lagi dari sebelumnya. Hal ini merupakan bagian dari salah satu tekad dari Pascasarjana IAIN Tulungagung untuk senantiasa dinamis dan inovatif dari tahun ke tahun. Akhyak mengatakan bahwa saat ini Pascasarjana fokus melakukan pembenahan pada sistem informasi Pascasarjana yang selama ini terkesan kurang begitu update. “Pascasarjana harus segera beralih dari kerja-kerja manual menuju kerja yang berbasis teknologi yang membuat pekerjaan menjadi lebih efisien dan mahasiswa serta dosen dapat terlayani dengan baik dan cepat”, tuturnya.

Dalam kegiatan Bimtek kali ini, Ridha menyampaikan bahwa pada dasarnya website sebuah lembaga haruslah senantiasa dikelola dan dilakukan update dengan sebaik mungkin. Hal ini karena website merupakan media informasi bagi lembaga untuk menginformasikan dirinya kepada khalayak. Dalam sesi paparan materi, Zurip (Staf PTIPD) menyampaikan bahwa Pascasarjana IAIN Tulungagung bisa memiliki sistem informasi yang handal asalkan memiliki SDM yang khusus menangani sistem informasi Pasacasarjana. Selama ini, pengelolaan website dan SIAKAD kurang maksimal karena pengelola website juga sekaligus menangani administrasi Pascasarjana, tutur Nur Efendi selaku Wakil Direktur Pascasarjana.

Secara umum, pengelolaan teknologi informasi Pascasarjana sudah baik, namun beberapa kendala yang saat ini dihadapi terkait dengan pengelolaan SIAKAD adalah karena SIAKAD V.3 adalah aplikasi yang baru diterapkan di Pascasarjana. Sedangkan hadirnya SIAKAD bersamaan dengan perubahan kurikulum Pascasarjana dari Kurikulum lama menuju KKNI. Sehingga, perubahan tersebut membuat admin SIAKAD Prodi  belum bisa secara langsung melakukan input data karena ada perubahan mata kuliah, jumlah SKS, dan pergeseran mata kuliah di beberapa semester, terang Lailatuzz selaku Sekprodi S2 PAI. “Namun, saat ini SIAKAD Pascasarjana telah siap, seluruh prodi telah menginput data SIAKAD karena sudah tidak ada kendala lagi dalam setting dan input data pada SIAKAD”, tambahnya.

Siti Khoirun Nisak mengatakan bahwa sebenarnya saat ini SIAKAD Pascasarjana sudah tidak ada kendala dalam pengoperasiannya. Kendala yang terjadi sebenarnya di luar sistem SIAKAD, yakni ketika dosen terlambat dalam menyerahkan nilai ke Prodi berakibat pada lambatnya input nilai di SIAKAD sehingga KHS tidak bisa diterbitkan tepat waktu. Tentu keterlambatan dosen dalam menyerahkan nilai ke prodi salah satunya adalah karena mahasiswa yang juga terlambat menyerahkan tugas akhir semester kepada dosen pengampu mata kuliahnya. Hal ini berakibat pada revisi nilai yang harus dilakukan pada sistem.

Saat ini, pelayanan surat-menyurat untuk mahasiswa sudah saatnya beralih ke model e-corner dengan sistem self access, di mana Pascasarjana menyediakan tempat yang di dalamnya tersedia komputer dan printer untuk mahasiswa melayani dirinya terkait dengan surat-surat akademik dan kemahasiswaan yang mereka butuhkan, kata Agus Zaenul Fitri selaku Kaprodi S2 PAI. Akhyak menambahkan bahwa selain e-corner, Pascasarjana juga membutuhkan e-locker untuk menyimpan file-file dosen Pascasarjana berkaitan dengan SK dan Surat Tugas. E-Locker ini akan sangat berguna bagi dosen ketika akan mengerjakan BKD dan juga kenaikan pangkat, tambahnya.

Selain terkait dengan pengelolaan website dan SIAKAD, tahun 2020 ini Pascasarjana juga sedang menyiapkan SPMB berbasis online. Terkait dengan aplikasi SPMB online Pascasarjana ini, Zurip mengatakan bahwa aplikasi sudah siap, namun untuk pengoperasiannya nanti, Zurip meminta kepada Pascasarjana agar terlebih dahulu benar-benar memastikan bahwa SIAKAD sudah ready. Hal ini karena SPMB online secara otomatis akan berkaitan dengan heregistrasi online, dan saat ini heregistrasi Pascasarjana sedang disiapkan untuk sistem host to host sebagaimana sistem heregistrasi pada S1. Melalui sistem ini, mahasiswa yang telah melakukan heregistrasi, akan secara otomatis datanya masuk dalam SIAKAD, sehingga admin SIAKAD Prodi tidak perlu lagi menginput data mahasiswa satu persatu lagi. Selain itu, host to host ini juga akan diterapkan untuk mahasiswa lama. Sehingga ketika mahasiswa belum melakukan heregistrasi, tidak akan dapat memprogram IRS pada SIAKAD sehingga namanya tidak akan muncul di absen perkuliahan dan otomatis dianggap cuti, tambah Zurip.

Menanggapi apa yang disampaikan oleh Zurip tersebut, Rizal Hafid selaku Staf Admin Pasca yang menangani heregistrasi mahasiswa menyampaikan bahwa selama ini kendala yang dialami admin Pascasarjana adalah ketika mahasiswa mau mendaftar ujian, namun tidak bisa melengkapi salah satu persyaratan yang utama yakni slip pembayaran SPP. Sementara, saat ini pengarsipan berkas heregistrasi tiap semester masih manual. Dengan hadirnya aplikasi host to host ini, ia berharap agar aplikasi ini dapat menjadi solusi bagi permasalahan ini, tuturnya.

Sebelum kegiatan Bimtek berakhir, PTIPD juga mensosialisasikan aplikasi tracer study dan tracer pengguna alumni yang disampaikan oleh Irfan dan Izzul selaku Staf PTIPD IAIN Tulungagung. Kegiatan Bimtek diakhiri dengan foto bersama dan ramah tamah antara Kepala PTIPD beserta Staf dan seluruh pengelola Pascasarjana. (El-Zet)

Peringati Hari Bahasa Arab Sedunia, Pascasarjana IAIN Tulungagung Gelar Pagelaran Ilmiah Mahasiswa Bahasa Arab Se-Asia Tenggara

TULUNGAGUNG - Hari bahasa arab sedunia diperingati dengan nuansa ilmiah dan menggembirakan oleh pascasarjana IAIN Tulungagung. Peringatan ini dikemas dengan kegiatan pagelaran ilmiah mahasiswa bahasa arab se Asia Tenggara, Rabu 18 Desember 2019. Proses penyelenggarannya digawangi Oleh Forum Ilmiah Mahasiswa Magister PBA ( FIM-MPBA).

Forum yang digelar di Pascasarjana IAIN Tulungagung di Auditorium Lantai 5 Pascasarjana Tulungagung ini dihadiri para tokoh bahasa arab dari berbagai negara.
Seperti Ahmad Faiz Luqman Bin Abdul Hamid dari Malaysia, Anwa Wae Useng dari Thailand, dan Abdul Mu'in Mushofa Alkhindy dari Libya.

Sementara itu, para akademisi dari kampus perguruan tinggi agama islam yakni Mubasyir UIN Surabaya, Haryanto UIN Mataram, Bayu Permadi dari UIN Sunan Kalijaga Jogjakarta, Nizar Hulaymi IAIN Palangkaraya, dan Abdul Aziz dari IAIN Tulungagung.

Direktur Pascasarjana IAIN Tulungagung Ahkyak mengatakan kegiatan pagelaran ilmiah mahasiswa bahasa arab ini baru pertama kali digelar. Sebab, cakupannya internasional.

"Ini luar biasa, saya sangat mengapresiasi," kata dia.

Akhyak menuturkan, ada pertemuan ilmiah selain menambah keilmuan juga mempererat tali silaturohmi. Sebab, adanya forum-forum ini menghidupkan semangat belajar.

"Bahasa arab adalah kunci ilmu pengetahuan dan agama. Bahasa arab adalah bahasa ahli surga. Jadi kita sebagai penggerak bahasa arab harus bangga," terang dia.

Dia berharap dengan adanya kegiatan ini para mahasiswa bisa semakin semangat menekuni bahasa arab. Dan, antusiasnya meningkat.

Sementara itu, usai digelar forum ilmiah tersebut rentetan acara memperingat hari bahasa arab sedunia pun banyak. Seperti halaqoh apresiasi makna tumpengan sebagai tradisi islam nusantara dan temu alumni pendidikan bahasa arab  S1 &  S2 STAIN/IAIN tulungagung Oleh Ikatan Alumni Bahasa Arab Iain Tulungagung.

Kemudian ada parade puisi dan syair  bahasa arab berantai. Yang digelar Himpunan Mahasiswa Jurusan  Bahasa dan Sastra Arab FUAD IAIN Tulungagung  bersama Ittihadu Thollabah Arobiah (ITHLA) Jawa Timur Bali NTB, di depan Kantor PSTT IAIN Tulungagung,

Ada pula kreasi lalaran nadhzom Alfiah Ibnu Maliki Bait 802-1002. Dilaksanakan Dewan Asatid Makhad Aljamiah IAIN Tulungagung.

Khotmil quran bersama para Hafidz Hafidho, Oleh Para Dosen bahasa Arab IAIN Tulungagung dan Hufadz Mahasantri Ma’had Aljamiah.

Muasykar Lughoh al arobiyyah atau Arabic Camp Program Oleh Himpunan Mahasiswa Jurusan  PBA  IAIN Tulungagung    di Gedung Arif Mustakim dan Area  Lapangan IAIN Tulungagung. Musabaqoh Khitobah bahasa Arab , Musabaqoh  Ghina araby dan Musabaqoh Masrokhy Oleh Himpunan Mahasiswa Jurusan  PBA  IAIN Tulungagung di Gedung Arif Mustakim dan Area  Lapangan IAIN Tulungagung

Musabaqoh Kaligrafi, Musabaqoh Malik/malikah Lughoh Arobiah, dan Musabaqoh Taqdimul Qishoh bil lughoh Arobiah Oleh Himpunan Mahasiswa Jurusan  PBA  IAIN Tulungagung di Gedung Arif Mustakim dan Area Lapangan IAIN Tulungagung.

Ada pula Musabaqoh Imathoh dan Munadharah Ilmy Oleh Himpunan Mahasiswa Jurusan  PBA  IAIN Tulungagung di Gedung Arif Mustakim dan Area Lapangan IAIN Tulungagung.

Dan, pesta Kembang Api dalam agenda gelegar malam peringatan hari bahasa Arab sedunia Oleh Himpunan Mahasiswa Jurusan  PBA  IAIN Tulungagung. (Roj)

PEMPROV JATIM LAKUKAN MONEV BEASISWA MADIN DI PASCASARJANA IAIN TULUNGAGUNG

Pascasarjana Newsroom – Hari ini (11/12), sejumlah tiga petugas dari Biro Administrasi dan Kesejahteraan Sosial (Biro Kessos) Pemerintah Provinsi Jawa Timur melakukan monitoring dan evaluasi Program Peningkatan Kualifikasi Akademik bagi Guru Madin Provinsi Jawa Timur yang diselengarakan oleh Pascasarjana IAIN Tulungagung. Mereka adalah Nurul Mahmudah, Ahmad Rifa’i, dan Khumaidi. Kedatangan tiga utusan dari Biro Kessos Pemprov Jawa Timur ini disambut hangat oleh jajaran pimpinan Pascasarjana dan Pengelola Beasiswa Madin yang terdiri dari Akhyak (Direktur Pascasarjana), Nur Efendi (Wakil Direktur Pascasarjana), Agus Zaenul Fitri (Kaprodi S2 PAI), Lailatuzz Zuhriyah (Sekprodi S2 PAI), dan Sugiarti (Kasubag TU Pascasarjana).

Kegiatan monev kali ini merupakan monev pertama yang dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur pasca dilakukannya penandatangan MoU antara Gubernur Jawa Timur dengan Rektor IAIN Tulungagung dan Kuliah Umum bersama Gubernur Jawa Timur yang digelar pada Selasa (24/9) di Gedung Islamic Center Surabaya. Dalam kegiatan monev kali ini, Nurul Mahmudah menyampaikan bahwa kegiatan monev ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana progress penyerapan anggaran dan kegiatan akademik yang telah dilakukan oleh mahasiswa. Tidak hanya itu, monev ini perlu dilakukan dalam rangka melakukan pembinaan kepada PTKI agar kegiatan pelaporan kegiatan dan keuangan sesuai dengan MoU yang telah disepakati bersama. Nurul Mahmudah menambahkan bahwa sampai pada akhir tahun anggaran ini tugas PTKI adalah membuat SPJ Rampung terhitung mulai dari awal menerima dana hibah.

GELIAT INTERNATIONAL PASCASARJANA IAIN TULUNGAGUNG

Pascasarjana IAIN Tulungagung menyelenggarakan Kegiatan bernuansa internasional yang diformat dalam sebuah agenda “Exchanging Experiences Practices of Teaching and Learning“ dengan Kampus Universiti Tun Hussein Onn Malaysia,  pada Kamis, 24 Oktober 2019, di Aula Pascasarjana, acara tersebut merupakan wahana untuk saling tukar informasi tentang matra akademik, budaya, dan aktivitas kemahasiswaan. Kegiatan ini bertujuan untuk mendukung penguatan suasana akademik mahasiswa, dan sebagai rintisan pertukaran mahasiswa antar kedua negara serta sebagai upaya penguatan  model pendidikan yang dapat mengahantarkan mahasiswa magister yang berwawasan  global

Kegiatan Exchanging Experiences Practices of Teaching and Learning sendiri merupakan tindak lanjut dari implementasi Kerjasama Internasional antara kedua Perguruan Tinggi, yang telah dirintis oleh Maftukhin, Rektor IAIN Tulungagung. Kegiatan international ini telah lama direncanakan oleh pihak Pascasarjana IAIN Tulungagung, Akhyak selaku direktur Pascasarjana dalam rapat persiapan kegiatan ini mewanti wanti.kepada panitia dalam hal ini adalah Program Studi.Tadris.Bahasa Inggris,  harus dilaksanakan secara serius, karena kegiatan ini adalah implementasi dan tindak lanjut dalam kerjasama Internasional, disamping itu kegiatan ini harus lebih bernuansa untuk pengembangan Ilmiah mahasiswa pascasarjana IAIN Tulungagung.

Acara Exchanging Experiences Practices of Teaching and Learning dihadiri 2 Dosen dan 28 Mahasiswa dari Universitas Tun Hussein Onn Malaysia sementara dari IAIN Tulungagung dihadiri 200 mahasiswa Pascasarjana IAIN Tulungagung. Dalam kegiatan tersebut dari pihak Malaysia diwakili oleh Dr. Fadilah Binti Ismail dari UTHM Malaysia menyampaikan makalahnya dengan tema “Students’ Learning Strategy in UTHM Malaysia”, dirinya mengatakan bahwa di Lingkungan UTHM memberlakukan sistem GOT (Graduate on Time) terutama dalam proses pemilihan dosen pembimbing harus sesuai dengan expertise dosen bukan atas dasar personalisasi dosen, juga adanya penguatan pembelajaran berbasis Research. Sementara Dr. Siti Marpuah, (UTHM Malaysia) Menyampaikan makalahnya yang berjudul “Students’ Cultural and Academical Traditions in UTHM Malaysia,” dirinya menekankan bahwa tradisi akademik di UTHM Malaysia sangat menjunjung tinggi kode etik yang berlaku dilingkungan kampus salah satunya dalam hal masuk kuliah, dan parkir untuk dosen dan mahasiswa serta adanya keseriusan mahasiswa untuk selalu merealisasikan kode etik itu dalam kehidupan sehari hari. Selain itu, UTHM juga memberlakukan sistem online dalam proses pembelajaran, hal itu sangat membantu para mahasiswa dalam mengambil mata kuliah yang disajikan. Siti Marfuah berjanji akan selalu siap melakukan kegiatan bersama lagi ke kampus IAIN Tulungagung guna membangun kerjasama yang lebih erat antar kedua kampus tersebut.

Sementara dari pihak Pascasarjana IAIN Tulungagung  Dr. Susanto,S.S., M.Pd. sebagai Kaprodi Magister Tadris Bahasa Inggris, menyampaikan makalahnya dengan judul “Students’ Learning Innovation in IAIN Tulungagung”. Susanto menyampaikan bahwa mahasiswa pascasarjana IAIN Tulungagung selalu dipacu pada upaya pencarian model pembelajaran Inovatif kreatif yang dapat menghantarkan mahasiswa  berkualitas tinggi dalam sisi akademiknya, dan Dr. Erna Iftanti, S.S.,M.Pd yang juga Dosen Pascasarjana IAIN Tulungagung menyampaikan makalahnya dengan judul “Building Islamic Culture in IAIN Tulungagung”, menegaskan bahwa mahasiswa  dikampus Dakwah dan Peradaban ini selalu dibina dan dibimbing untuk memiliki perilaku yang Islami dalam kehidupan kampus maupun di masyarakat global. Acara tersebut di moderatori oleh Nany Soengkono, S.S., M.Pd. dan di tutup dengan saling memberikan Cinderamata, dan foto Bersama. [eNeS]

IAIN TULUNGAGUNG GUNCANG DUNIA LITERASI PTKI

Pascasarjana Newsroom – Sejumlah enam ratusan peserta memadati auditorium lantai lima Gedung Pascasarjana IAIN Tulungagung pada hari Jumat (11/10) untuk mengikuti Launching dan Bedah Buku yang digelar oleh Pascasarjana IAIN Tulungagung. Tahun ini merupakan tahun paling produktif bagi dosen-dosen IAIN Tulungagung dalam menulis buku maupun jurnal. Tidak kurang dari sembilan buku karya Mujamil Qomar dibedah dalam acara ini. Guru besar bidang Pemikiran Islam IAIN Tulungagung ini melaunching sembilan buku karyanya yang terdiri dari buku berjudul “Studi Islam di Indonesia: Ragam Identitas dan Peta Pemikiran Islam Indonesia”, “Manajemen Pembelajaran Agama Islam”, “Islam Nusantara: Sebuah Model Pemikiran, Pemahaman dan Pengamalan Islam di Indonesia”, “Pendidikan Islam Transformatif”, “Pemikiran Islam Indonesia: Tradisi-Tradisi Kreatif dan Metodologis Intelektual Muslim Indonesia”, “Pengantar Kritik Epistemologi”, “Dinamika Pemikiran Islam Tradisional di Indonesia”, “Pendidikan Islam Prospektif”, dan “Deradikalisasi Keberagamaan Islam di Perguruan Tinggi Agama Islam Negeri.

Tidak hanya itu, buku karya Kojin pun juga ikut dilaunching dan dibedah dalam acara ini. Ketua Program Studi Bahasa Arab Pascasarjana IAIN Tulungagung ini melaunching empat buku karyanya, yang terdiri dari buku “Telaah Tafsir Al-Muyassar Jilid IV”, “Telaah Tafsir Al-Muyassar Jilid V”, “Telaah Tafsir Al-Muyassar Jilid VI”, dan “Kosa Kata dalam Al-Qur’an”. Sebelumnya, ia telah merampungkan buku Telaah Tafsir Al-Muyassar mulai dari jilid satu sampai dengan tiga. Namun, empat buku itu saja yang dilaunching dalam kegiatan ini.

Kegiatan yang dibuka secara resmi oleh Abd. Aziz, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Pengembangan Lembaga ini disambut dengan penuh antusias oleh para peserta. Dalam sambutannya, ia menyampaikan “seiring dengan proses beralihnya status IAIN Tulungagung menjadi UIN Tulungagung, maka peningkatan kualitas SDM menjadi hal yang niscaya. Melalui produksi pengetahuan secara massive oleh para dosen IAIN Tulungagung, menunjukkan bahwa IAIN Tulungagung merupakan kampus yang siap beralih status menjadi UIN Tulungagung yang menahbiskan diri sebagai kampus literasi meski letaknya berada di pelosok desa”.

Hadir dalam kegiatan tersebut pimpinan dan crew dari Penerbit Intrans Publishing Malang yang menerbitkan buku-buku karya Kojin, dan juga PT. Citila Group Malang yang menerbitkan buku-buku karya Mujamil. Selain dari dua penerbit tersebut, beberapa buku karya Mujamil juga diterbitkan oleh penerbit internal IAIN Tulungagung, yakni IAIN Tulungagung Press.Penerbit juga mengadakan pameran dan penjualan buku karya dosen IAIN Tulungagung di ruang sisi timur auditorium Pascasarjana dan memberikan diskon spesial pada hari itu.

Dalam sambutannya, Akhyak selaku Direktur Pascasarjana IAIN Tulungagung memberikan apresiasi terhadap dua orang dosen Pascasarjana yang sangat produktif tersebut, “kalau perlu, beliau-beliau ini kita beri penghargaan sebagai penulis buku terbanyak di IAIN Tulungagung”, tuturnya. Guru Besar bidang Filsafat Pendidikan Islam ini juga tak kalah produktif dalam menulis. Tak kurang dari delapan tulisannya yang telah dipublish di Jurnal Internasional tahun ini. “IAIN Tulungagung saat ini mengalami ledakan literasi, dosen-dosen kita bahkan mahasiswa kita pun juga cukup produktif dalam menulis. Sebagai bentuk support dan apresiasi dari pimpinan adalah dengan memberikan bantuan penerbitan buku, pengurusan Hak Kekayaan Intelektual (HAKI), hingga memberikan mimbar akademik yang formal dalam bentuk Launching dan bedah buku seperti yang saat ini kita laksanakan”, tambahnya.

 Acara yang berlangsung mulai jam 13.00 WIB sampai dengan 16.30 WIB ini dipandu oleh Lailatuzz Zuhriyah selaku moderator dan panitia acara. Perempuan yang sehari-hari bekerja sebagai Sekretaris Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam Pascasarjana IAIN Tulungagung ini menuturkan “sebenarnya konsep acara ini sangat sederhana, Prodi Magister PAI ingin mengadakan bedah buku rutinan dengan membedah buku dari para dosen yang mengajar di Magister PAI. Namun, keinginan ini kemudian disupport penuh oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama, Abad Badruzaman, dengan mengalokasikan anggaran untuk menyelenggarakan kegiatan dengan skala besar agar lebih banyak peserta yang menerima manfaat, khususnya mahasiswa”, tegasnya. “Untuk itu, Magister PAI kemudian menggandeng Magister PBA untuk bersama-sama menyelenggarakan kegiatan ini, semoga ini akan menjadi agenda rutin yang nantinya akan menumbuhkan semangat ilmiah di kalangan dosen dan mahasiswa”, tambahnya.

Dalam kegiatan bedah buku tersebut, Mujamil membedah salah satu karyanya yang bertajuk “Pemikiran Islam Indonesia: Tradisi-tradisi Kreatif dan Metodologis Intelektual Muslim Indonesia”. Mujamil mengatakan bahwa buku ini membedah tradisi-tradisi kreatif pemikir-pemikir Islam Indonesia yang berlangsung mulai tahun 1980 hingga 2014 yang cenderung berjalan terus hingga menemukan bentuknya yang makin sempurna. “Tradisi kreatif yang dibahas dalam buku ini dibatasi dalam tiga hal: pertama, tradisi kreatif dalam merumuskan konsep ijtihad; kedua, tradisi kreatif dalam mengembangkan ilmu keislaman (dan ini masih dibatasi lagi menjadi tiga bidang pengembangan ilmu Kalam/Teologi, ilmu Fiqh, dan Ilmu Tasawuf); ketiga, tradisi kreatif dalam memadukan Islam dan ilmu pengetahaun”, tuturnya.

Lebih jauh, Mujamil mengatakan bahwa berkaitan dengan konsep ijtihad, Mujamil mengharapkan agar ijtihad yang dilakukan tidak hanya sebatas pada ijtihad yang bersifat syariah, tapi lebih kepada ijtihad yang berkaitan dengan upaya pengembangan ilmu pengetahuan dalam Islam. “Pintu ijtihad haruslah dibuka kembali jika umat Islam tidak ingin mengalami stagnasi, jangan hanya sekedar mempelajari dan melestarikan ilmu pengetahuan yang telah dirintis oleh ilmuan Muslim masa lalu”, tegasnya.

Berkaitan dengan pengembangan ilmu keislaman, ilmu kalam/teologi perlu dikembangkan.  Ada beberapa tawaran teologi yang bisa dikembangkan kata Mujamil, seperti: teologi rasional, teologi transformatif, teologi pluralisme, teologi kerukunan, teologi pembaruan, teologi dinamis, teologi sosial, teologi Islam kontemporer, teologi terapan, teologi kaum tertindas, teologi negatif, teologi politik islam, teologi ekonomi, teologi pendidikan, dan teologi pembacaan. Fiqh pun juga demikian, ada beberapa pengembangan fiqih di Indonesia, seperti: Fiqih lintas agama, fiqih lingkungan, fiqih perempuan, fiqih entertainment, fiqih kontekstual, dan beberapa fiqih lainnya. Tasawuf juga didesak untuk terus dikembangkan. Ada sembilan tawaran konsep tasawuf sepanjang yang diamati oleh Mujamil, yaitu: Tasawuf sosial, tasawuf positif, tasawuf perenial, tasawuf perkotaan, tasawuf falsafi, tasawuf irfani, tasawuf kontekstual, tasawuf Jawa, dan tasawuf Muhammadiyah.

Agus Zaenul Fitri sebagai pembanding dari Mujamil mengatakan bahwa sebenarnya riset ini masih bisa dikembangkan lagi dan tidak menutup kemungkinan untuk terus bergerak secara dinamis. “Pemikiran Islam Indoensia antara rentang tahun 1980 sampai dengan 2014 bisa jadi berbeda dengan tahun 2015 hingga saat ini”, tuturnya. Lebih jauh, Agus mengatakan bahwa selama zaman terus bergerak, maka selama itu pula ilmu keislaman juga akan terus mengalami dinamisasi. “Mungkin ke depan kita akan menemukan model teologi baru seperti teologi peradaban, teologi kedokteran, dan pengembangan-pengembangan ilmu lainnya karena menyesuaikan dengan konteks zaman”, imbuhnya.

Dalam bedah buku tersebut, Kojin mengungkapkan  bahwa penulisan buku ini dilatarbelakangi ketika ia mengikuti kegiatan short course di Mesir tahun 2009, ia mengunjungi salah satu toko buku dan menanyakan “kira-kira adakah buku yang sekiranya bisa membuat saya bisa dengan cepat dan mudah dalam memahami isi Al-Qur’an?”, tanyanya kepada salah seorang penjual kitab di Mesir. Akhirnya, penjual kitab menunjukkan dua buku, yakni buku Kalimat al-Qur’an karya Hasanain Mahluf  dan Tafsir Al-Muyassar karya A’idh Al-Qarni. Dua buku inilah yang memberinya inspirasi untuk menulis dua buku, yakni buku “Kosa Kata dalam Al-Qur’an” dan buku “Telaah Tafsir Al-Muyassar” yang telah diselesaikannya dalam enam jilid.

Kata Kojin, buku telaah Tafsir Al-Muyassar ini dikemas dengan bahasa yang sederhana, ringkas dan jelas sehingga dapat membantu pembaca memahami isi kandungan al-Qur’an dalam waktu yang relatif singkat. “Meski demikian, pembahasannya tetap berpijak pad konten ayat, sehingga tidak keluar dari pembahasan dan mudah untuk difahami”, tegasnya.

Melalui buku “Kosa Kata dalam Al-Qur’an”, Kojin mengatakan bahwa bahasa Al-Qur’an merupakan bahasa yang penuh dengan keindahan. “Tidak sedikit kata-kata dalam Al-Qur’an yang memiliki banyak makna, meski berasal dari kata yang sama”, tuturnya. Dalam buku tersebut, Kojin menjelaskan makna atau sedikit keterangan yang dianggap perlu pada lafazh-lafazh yang bertebaran dalam Al-Qur`an, yang memiliki perbedaan pemaknaan bergantung pada konteks ayat. “Insyaallah buku ini dapat membantu para pemerhati Al-Qur`an dalam memahami dan mengartikan ayat”, tegasnya. Selain itu, Kojin juga menuturkan bahwa ternyata beberapa kata dalam Al-Qur’an memiliki keterkaitan dengan bahasa Jawa. “Ada beberapa kata dalam Al-Qur’an yang ternyata juga ada dalam bahasa Jawa, meski pelafalannya agak berbeda, namun memiliki makna yang sama”, katanya, sembari menunjukkan beberapa contoh kata kepada audiens.

Abad Badruzaman sebagai pembanding dari pemaparan Kojin menuturkan bahwa sebenarnya buku “Telaah Tafsir Al-Muyassar” yang merupakan hasil penelaahan penulis atas Tafsir Al-Muyassar karangan ‘Aidh Al-Qarni ini sangat bagus karena membuat pembaca dengan mudah memahami isi kandungan ayat. Namun, dalam memahami isi kandungan ayat, sangat perlu untuk memberikan penjelasan yang berkaitan dengan asbabun nuzulnya agar pembaca lebih dapat memahami bagaimana konteks ayat tersebut. “Hal ini karena satu lafazh dalam Al-Qur’an memiliki makna lebih dari satu, oleh karena itu, untuk menentukan makna yang akan kita berikan dalam lafazh itu, perlu kiranya kita mengetahui asbabun nuzul ayat agar tidak salah memaknai”, imbuhnya.

Peserta kegiatan begitu antusias dalam mengikuti kegiatan ini, tujuh orang mengajukan pertanyaan kepada narasumber dan pembanding. Kegiatan diakhiri dengan pemberian door proize kepada seluruh penanya dalam sesi tanya jawab. Selain itu, door prize juga disediakan bagi peserta yang beruntung dengan mengundi nomor urut daftar hadirnya. (El-Zet)