Berita
IAIN TULUNGAGUNG

PASCASARJANA GELAR UJIAN NGAJI KITAB FATHUL MU’IN BAGI CALON MAHASISWA BARU PROGRAM BEASISWA S2 PAI BAGI GURU MADRASAH DINIYAH PROVINSI JAWA TIMUR TAHUN 2019

Tulungagung - Hari Sabtu (27/7) ada suasana yang berbeda di Kampus Pascasarjana IAIN Tulungagung. Di tengah-tengah suasana yang biasanya nampak tenang karena sedang masa liburan mahasiswa Pascasarjana setelah melaksanakan Ujian Akhir Semester (UAS), namun kali ini tiba-tiba cukup ramai dengan beberapa orang yang sedang menyibukkan diri di sudut-sudut lorong dan ruangan di gedung Pascasarjana untuk melalar Kitab Fathul Mu’in. Rupanya hari ini sedang digelar seleksi tahap tiga Program Beasiswa Peningkatan Kualifikasi Akademik bagi Guru Madrasah Diniyah Provinsi Jawa Timur. Sembari menanti jam ujian tiba, sejumlah mahasiswa nampak serius mengkaji kitab Fathul Mu’in, salah satu kitab kuning karya Syaikh Zainuddin al-Malibari al-Fananiyang dijadikan sebagai mata ujian kali ini.

Ujian digelar pukul 09.00 WIB dengan K.H. Reza Ahmad Zahid (Gus Reza) pengasuh Pondok Pesantren Al-Mahrusiyah Lirboyo-Kediri sebagai penguji. Hadir pula dalam ujian tersebut tim dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur, yang terdiri dari Sunaryo sebagai pemantau, serta Rita Rossanti dan Habib Tri Wahyudi sebagai pendamping. Jajaran pimpinan IAIN Tulungagung juga hadir untuk memantau pelaksanaan kegiatan, di antaranya Maftukhin selaku Rektor IAIN Tulungagung, Abad Badruzaman selaku Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama, dan Nur Efendi selaku Wakil Direktur sekaligus sebagai Pelaksana Harian Direktur Pascasarjana karena Akhyak selaku Direktur Pascasarjana saat ini sedang cuti untuk melaksanakan ibadah haji ke Baitullah. Hadir pula dalam kegiatan tersebut Tajudin selaku Kasubag Humas IAIN Tulungagung, Lailatuzz Zuhriyah selaku Sekretaris Prodi S2 PAI Pascasarjana yang sekaligus Sekretaris Program Beasiswa Guru Madin ini, Sugiarti selaku Kasubag TU Pascasarjana, Syamsul Umam selaku Sekrpodi S2 HKI yang ikut mendampingi Gus Reza.

Dalam sambutan pembukaan dan penyampaian teknis pelaksanaan ujian, Gus Reza menyampaikan kepada segenap peserta ujian bahwa pada dasarnya Program Beasiswa ini merupakan bagian dari bentuk perhatian dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk meningkatkan kualitas pondok pesantren. Jika sebelumnya beasiswa ini hanya diberikan pada calon mahasiswa baru Program Strata-1 PTKI dan Ma’had ‘Aly yang berasal dari Guru Pondok Pesantren, maka mulai tahun ini saatnya untuk lebih meningkatkan kualifikasi akademik bagi para Guru Pondok Pesantren yang telah berijazah S-1 untuk melanjutkan studinya ke jenjang magister (S2). Pertimbangan utamanya tentu karena pada saat ini di dalam Pondok Pesantren juga terdapat sekolah, mulai dari jenjang madrasah ibtida’iyah hingga Ma’had ‘Aly. Oleh karena itu, beasiswa ini menjadi begitu penting tuturnya. Lebih lanjut, Gus Reza menuturkan bahwa ia berharap agar ustadz/ustadzah yang mengikuti program ini adalah benar-benar ustadz-ustadzah yang mengajar di Pondok Pesantren yang dibuktikan dengan SK yang dapat dipertanggungjawabkan, bukan abal-abal. Adapun teknis ujian hari ini adalah masing-masing peserta menghadap penguji untuk ujian lisan secara face to face mengaji Kitab Fathul Mu’in. Poin-poin yang diuji meliputi Qira’at (bacaan) dengan bobot 40%, Murad (terjemah) dengan bobot 40%, dan Syarah (wawasan) dengan bobot 20%. Di akhir sambutannya, Gus Reza berharap agar seluruh peserta benar-benar mengikuti ujian ini dengan baik dan berharap ke depan IAIN Tulungagung tidak hanya bekerjasama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk menyelenggarakan Program Beasiswa S2 saja, tetapi juga program beassiswa S-1, tutup Wakil Ketua Lembaga Pengembangan Pendidikan Diniyah (LPPD) Jawa Timur ini.

Sunaryo menyampaikan bahwa jika penguji kitab Fathul Mu’in adalah lebih fokus pada menguji kompetensi Guru Madin dalam hal membaca, menerjemahkan dan menjelaskan isi kandungan kitab tersebut, maka ia selaku Pemantau dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur lebih fokus pada pengecekan kelengkapan berkas administrasi pendaftar, yang meliputi Foto kopi KTP domisili Jawa Timur, Ijazah dan transkrip nilai S-1, dan Fotokopi SK sebagai Guru Madin Pondok Pesantren. Pria yang sehari-hari bekerja di Biro Administrasi Kesejahteraan Sosial Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang dalam waktu dekat ini akan purna tugas tersebut menyampaikan ucapan terima kasih kepada IAIN Tulungagung yang telah bekerjasama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur menyelenggarakan kegiatan Program Beassiswa S2 bagi Guru Madin ini. Ia berharap agar program ini dapat berjalan dengan baik dan lancar, serta memberikan manfaat yang besar, terutama bagi peningkatan kualitas pondok pesantren.

Sambutan terakhir disampaikan oleh Lailatuzz Zuhriyah. Perempuan asli Sidoarjo ini menyampaikan ucapan terima kasih setinggi-tingginya kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang telah memberikan amanah kepada IAIN Tulungagung, khususnya Prodi S2 Pendidikan Agama Islam Pascasarjana IAIN Tulungagung sebagai prodi pengelola program beasiswa tersebut. lebih jauh, ia menuturkan bahwa merupakan sebuah kehormatan bagi Pascasarjana IAIN Tulungagung hari ini dapat menyelenggarakan kegiatan tersebut, apalagi penguji yang dihadirkan tidak tanggung-tanggung, yakni Gus Reza dari Ponpes Al-Mahrusiyah Lirboyo-Kediri yang namanya cukup populer di belantika Pondok Pesantren Jawa Timur. Sebagai bentuk apresiasi dari adanya program beasiswa ini, Rektor IAIN Tulungagung, Maftukhin, secara langsung mengisntruksikan kepada Prodi S2 PAI untuk menjadikan Gus Reza sebagai salah satu Dosen pada prodi ini. Ini merupakan sebuah kehormatan bagi kami karena prodi S2 PAI diampu oleh dosen-dosen yang berkualitas, tambahnya. Di akhir sambutannya, ia berharap bahwa agar 25 (dua puluh lima) peserta ujian lulus semua, meski pada akhirnya hanya 20 (dua puluh) orang saja yang nantinya akan diambil sebagai peserta yang lulus seleksi tahap 3 (tiga).